Teminabuan – Polres Banyuasin Malam hari biasanya identik dengan waktu istirahat, tetapi bagi sebagian orang, justru jadi waktu yang rawan. Terutama bagi warga Banyuasin yang belakangan ini merasa resah dengan maraknya aksi premanisme, pemalakan jalanan, dan gangguan ketertiban umum. Tapi kini, suasana mulai berubah.
Polres Banyuasin tancap gas dengan menggencarkan patroli malam di berbagai titik rawan kejahatan. Dari pasar tradisional, terminal bayangan, hingga jalur-jalur gelap pinggiran kota, satuan Sabhara dan Reskrim dikerahkan untuk memastikan malam kembali jadi milik warga, bukan preman.
Preman Tak Lagi Bebas Berkeliaran
Patroli dilakukan secara mobile dan statis, dengan tim yang dibagi ke beberapa sektor. Langkah ini diambil sebagai respon cepat atas laporan masyarakat yang belakangan meningkat, terutama soal pemalakan sopir truk, keributan malam hari, hingga penguasaan parkir liar.
“Kami tidak ingin ada ruang bagi premanisme di Banyuasin. Keamanan adalah hak warga, dan polisi akan hadir di waktu yang paling rawan,” tegas Kapolres Banyuasin AKBP Ferly Rosa Putra dalam keterangannya, Jumat (18/10).
Hasilnya pun mulai terlihat. Beberapa oknum yang kerap meresahkan berhasil diamankan untuk diperiksa lebih lanjut. Sementara itu, kehadiran polisi berseragam di malam hari membuat warga merasa lebih tenang, khususnya pelaku usaha malam seperti pedagang kaki lima dan sopir angkutan.
Dari Warung Kopi Hingga Sudut Gelap Jalan Raya
Baca Juga : Gagal Latsar Hak Jadi PNS Gugur, Pesan Keras LAN RI kepada CPNS Sorong Selatan 2025
Yang menarik, patroli malam Polres Banyuasin tak hanya mengandalkan kendaraan patroli. Polisi juga menyambangi warung kopi, pos ronda, hingga nongkrong bersama warga untuk menyerap keluhan langsung dan membangun kepercayaan.
“Biasanya malam begini ada yang mabuk-mabukan, ribut, atau ngamen maksa. Sekarang udah jarang. Polisi sering lewat,” kata Pak Umar, penjual nasi goreng di kawasan Pangkalan Balai.
Pemetaan Lokasi Rawan dan Patroli Terukur
Polres Banyuasin juga memanfaatkan data dan laporan masyarakat untuk memetakan wilayah rawan. Dengan begitu, patroli tak lagi bersifat sporadis, tapi terarah dan tepat sasaran.
Beberapa titik yang menjadi fokus utama antara lain:
-
Pasar Sukajadi: rawan pungli terhadap pedagang.
-
Jalan Lintas Timur: aksi pemalakan sopir malam.
-
Area Terminal Tak Resmi: tempat ngumpulnya preman jalanan.
Kolaborasi dengan Warga: Kunci Keberhasilan
Lebih dari sekadar patroli, Polres Banyuasin mengajak warga untuk aktif menjadi bagian dari solusi. Melalui program “Polisi Ronda Bareng Warga”, petugas turun langsung mendengarkan aspirasi masyarakat sambil membangun sinergi keamanan lingkungan.
“Jangan ragu lapor kalau ada yang mencurigakan. Kami buka jalur aduan 24 jam, baik lewat telepon, media sosial, maupun aplikasi,” tambah AKBP Ferly.
Penutup: Malam Boleh Gelap, Tapi Tak Boleh Mencekam
Langkah tegas Polres Banyuasin membuktikan bahwa keamanan bukan hanya urusan siang hari. Dengan patroli rutin dan pendekatan humanis, kepolisian menghadirkan kembali rasa aman yang selama ini sempat dirampas oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab.
Warga Banyuasin kini bisa tidur lebih nyenyak. Karena malam, sekali lagi, bukan milik preman. Tapi milik semua yang ingin hidup tenang.





![IMG_20250610_174755_800_x_445_piksel-jpg[1] Cemburu Kang Dedi](https://www.badkittyartstudio.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG_20250610_174755_800_x_445_piksel-jpg1-148x111.webp)
![654751_07304622022016_IMG-20160221-WA0038[1] TNI dan Pemda](https://www.badkittyartstudio.com/wp-content/uploads/2025/12/654751_07304622022016_IMG-20160221-WA00381-148x111.jpg)
![pantai-mutun-lampung-1765627674953_169[1]](https://www.badkittyartstudio.com/wp-content/uploads/2025/12/pantai-mutun-lampung-1765627674953_1691-148x111.jpeg)
![bio-inflasi-7[1]](https://www.badkittyartstudio.com/wp-content/uploads/2025/12/bio-inflasi-71-148x111.jpg)
