Teminabuan – Pemkot Makassar Siapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus menunjukkan keseriusannya dalam mempercepat pembangunan infrastruktur strategis. Salah satu proyek besar yang kini mulai digarap adalah pembangunan Jembatan Kembar Barombong, yang direncanakan menjadi penghubung penting antara wilayah utara dan selatan kota. Untuk mendukung proyek tersebut, Pemkot Makassar telah menyiapkan lahan seluas 2,53 hektare sebagai lokasi pembangunan.
Wali Kota Makassar, Danny Pomanto, menjelaskan bahwa penyediaan lahan ini merupakan salah satu tahapan penting dalam upaya merealisasikan proyek yang telah lama dinantikan masyarakat. Ia menegaskan, jembatan kembar ini akan menjadi bagian dari solusi untuk mengurai kemacetan dan memperlancar konektivitas antarwilayah, terutama di kawasan pesisir dan perbatasan Makassar–Gowa.
“Pemerintah kota sudah menyiapkan lahan sekitar 2,53 hektare untuk mendukung pembangunan Jembatan Kembar Barombong. Proyek ini tidak hanya untuk kepentingan mobilitas, tapi juga untuk membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat sekitar,” ujar Danny Pomanto, Senin (11/11).
Jembatan Strategis untuk Konektivitas Wilayah

Baca Juga : Gelar Pahlawan Soeharto Tuai Protes, Tutut: Kita Lihat Apa yang Dilakukan Bapak
Jembatan Barombong yang sudah ada selama ini menjadi jalur vital penghubung antara pusat Kota Makassar dengan kawasan Barombong dan wilayah Kabupaten Gowa. Namun, meningkatnya volume kendaraan setiap tahun membuat arus lalu lintas di jalur tersebut semakin padat, terutama pada jam-jam sibuk.
Karena itu, pembangunan jembatan kembar dinilai sangat mendesak untuk mengurangi beban lalu lintas dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Jembatan baru tersebut nantinya akan dibangun sejajar dengan jembatan lama, dengan desain modern yang menyesuaikan kondisi geografis kawasan pesisir dan sungai.
“Jembatan ini akan menjadi ikon baru Makassar Selatan. Kita ingin menghadirkan fasilitas publik yang tidak hanya fungsional tapi juga estetik,” tambah Wali Kota.
Dukungan dari Pemerintah Pusat
Pemkot Makassar juga berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam hal desain teknis dan pembiayaan proyek. Menurut informasi, sebagian dana pembangunan akan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sementara Pemkot bertanggung jawab atas penyediaan lahan dan infrastruktur pendukung.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Makassar, Firman Hamid Pagarra, menyebutkan bahwa proses perencanaan sudah memasuki tahap akhir. Setelah lahan tuntas dan dokumen teknis lengkap, pelaksanaan pembangunan bisa dimulai pada pertengahan tahun depan.
“Kita sedang merampungkan Detail Engineering Design (DED). Semua dilakukan dengan prinsip kehati-hatian agar proyek ini tepat sasaran dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” jelas Firman.
Dampak Positif bagi Masyarakat
Keberadaan Jembatan Kembar Barombong diyakini akan memberi dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat di sekitarnya. Kawasan pesisir Barombong dikenal memiliki potensi besar di bidang perikanan, pariwisata, dan perdagangan. Dengan adanya akses yang lebih baik, mobilitas warga dan distribusi barang akan semakin efisien.
Selain itu, proyek ini juga diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru selama masa pembangunan, sekaligus mendorong pertumbuhan investasi di kawasan tersebut.
“Barombong punya potensi luar biasa. Kalau aksesnya lancar, maka investor akan datang. Ini bukan hanya proyek jembatan, tapi jembatan menuju kesejahteraan masyarakat,” ujar Danny.
Perhatian pada Aspek Lingkungan
Meski pembangunan infrastruktur menjadi prioritas, Pemkot Makassar memastikan bahwa proyek ini tetap memperhatikan aspek lingkungan dan sosial. Setiap tahapan akan melalui kajian analisis dampak lingkungan (AMDAL) agar tidak merusak ekosistem sungai dan pesisir.
“Kami akan pastikan semua sesuai aturan lingkungan. Pembangunan harus berkelanjutan, tidak boleh mengorbankan alam dan masyarakat,” tegas Firman Hamid.
Harapan Masyarakat
Warga di sekitar kawasan Barombong menyambut baik rencana pembangunan jembatan kembar ini. Mereka berharap agar proyek segera direalisasikan karena selama ini kemacetan sering terjadi di jembatan lama, terutama saat akhir pekan.
“Kalau ada jembatan baru, pasti lebih lancar. Sekarang kadang antre lama sekali. Kami setuju asal pembangunannya tidak merugikan warga,” kata Rasyid, warga Kelurahan Barombong.
Makassar Menuju Kota Metropolitan
Infrastruktur transportasi menjadi fondasi penting dalam mewujudkan visi tersebut.





![IMG_20250610_174755_800_x_445_piksel-jpg[1] Cemburu Kang Dedi](https://www.badkittyartstudio.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG_20250610_174755_800_x_445_piksel-jpg1-148x111.webp)
![654751_07304622022016_IMG-20160221-WA0038[1] TNI dan Pemda](https://www.badkittyartstudio.com/wp-content/uploads/2025/12/654751_07304622022016_IMG-20160221-WA00381-148x111.jpg)
![pantai-mutun-lampung-1765627674953_169[1]](https://www.badkittyartstudio.com/wp-content/uploads/2025/12/pantai-mutun-lampung-1765627674953_1691-148x111.jpeg)
![bio-inflasi-7[1]](https://www.badkittyartstudio.com/wp-content/uploads/2025/12/bio-inflasi-71-148x111.jpg)