Teminabuan – Kengerian Pembunuh Ciamis mengerikan yang terjadi di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menghebohkan warga setempat dan masyarakat luas. Seorang pria berinisial R (35) ditangkap oleh polisi setelah melakukan pembunuhan sadis terhadap tetangganya, S (40). Namun, yang membuat kasus ini semakin mengerikan adalah tindakan keji yang dilakukan pelaku setelah membunuh korban, yakni menjilat darah korban yang sudah mengering. Tindakannya yang tidak manusiawi ini terekam dalam CCTV, yang akhirnya menjadi bukti utama dalam pengungkapan kasus ini.
Pembunuhan yang terjadi pada malam hari itu tak hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga mengungkapkan kekejaman yang luar biasa dari pelaku yang tampaknya kehilangan kemanusiaannya. Kejadian ini meninggalkan kesan trauma di masyarakat, dan menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan warga Ciamis yang masih terkejut dengan tingkat kekejaman yang dilakukan.
1. Kronologi Pembunuhan yang Menggegerkan
Pembunuhan ini terjadi pada malam hari sekitar pukul 22.00 WIB. Pelaku, R, datang ke rumah korban, S, setelah terlibat perselisihan sengit yang sudah berlangsung cukup lama. Perselisihan ini dipicu oleh masalah utang piutang dan hubungan personal yang buruk antara keduanya. R yang merasa kecewa dan marah dengan S karena masalah tersebut akhirnya memutuskan untuk menyelesaikan masalah dengan cara kekerasan.

Baca Juga : ASN Tersangka Korupsi ZIS Baznas Enrekang Tilap Uang Barbuk Rp 840 Juta
Saat bertemu, kedua pria ini terlibat percakapan yang akhirnya berujung pada konflik fisik. R yang membawa senjata tajam langsung menyerang S tanpa peringatan. Meskipun S berusaha melawan, ia tidak berdaya karena R lebih kuat dan bersenjatakan pisau. Beberapa kali tikaman mengarah ke bagian vital tubuh S, hingga akhirnya ia terjatuh tak bergerak lagi di lantai rumahnya.
Namun, yang lebih mengerikan lagi adalah apa yang dilakukan R setelah korban tergeletak tak bernyawa. Pelaku kemudian mendekati tubuh korban yang sudah berlumuran darah, dan dengan tangan yang dipenuhi darah, ia mulai menjilat darah yang mengalir di lantai dekat tubuh S. Aksi pelaku ini terekam dalam rekaman CCTV yang terpasang di sekitar rumah korban, dan menjadi bukti utama yang mengungkapkan tingkat kekejaman yang dilakukan oleh R.
2. Rekaman CCTV Ungkap Aksi Keji Pelaku
Rekaman CCTV yang berhasil ditemukan oleh pihak kepolisian menunjukkan momen-momen terakhir sebelum korban meninggal. Dalam rekaman tersebut, terlihat dengan jelas bagaimana R, setelah memastikan korban tidak bergerak lagi, mendekat ke tubuh S dan dengan diam-diam menjilat darah korban. Aksi tersebut dilakukan dengan cara yang sangat mengerikan, yang tidak hanya menunjukkan kebrutalan pelaku, tetapi juga semakin mengungkapkan betapa jauh ia melangkah dalam perbuatannya yang tak manusiawi.
Rekaman tersebut kemudian beredar luas di masyarakat setelah diserahkan kepada polisi. Warga Ciamis yang melihat rekaman itu merasa ngeri dan terkejut. Beberapa orang bahkan mengatakan bahwa perbuatan tersebut lebih mirip dengan perilaku yang ada dalam film horor daripada kenyataan. “Kami tidak pernah membayangkan ada orang yang bisa melakukan hal sekejam itu. Ini benar-benar mengerikan,” ujar salah seorang saksi yang menonton rekaman CCTV.
3. Motif Pembunuhan: Perselisihan yang Berujung pada Tragedi
Menurut keterangan polisi, pembunuhan ini berawal dari perselisihan pribadi yang sudah lama terjadi antara R dan S. Kedua pria ini sudah saling mengenal selama bertahun-tahun, tetapi hubungan mereka semakin memburuk seiring berjalannya waktu. Salah satu penyebab utama konflik ini adalah masalah utang piutang yang tidak kunjung selesai, serta beberapa masalah pribadi lainnya yang memperburuk keadaan.
Pelaku, yang dikenal sebagai orang yang temperamental, semakin tertekan karena masalah keuangan dan perasaan dendam terhadap S. Warga sekitar mengatakan bahwa R sempat berulang kali mempermasalahkan utang piutang antara dirinya dan korban. Namun, meskipun mereka sempat berdiskusi untuk menyelesaikan masalah tersebut, tidak ada titik terang yang tercapai.
Pada malam kejadian, emosi R sudah memuncak. Ia datang ke rumah S dengan niat untuk “menuntut keadilan” dengan cara kekerasan. Saat mereka bertemu, argumen berkembang menjadi pertengkaran hebat. Tanpa peringatan, R langsung menyerang S dengan pisau dan menikamnya berkali-kali. Setelah korban tergeletak, R tetap melakukan kekerasan lebih lanjut, bahkan menjilat darah korban yang sudah mengering. Tindakannya ini, menurut polisi, menunjukkan bahwa pelaku bukan hanya bertindak karena amarah, tetapi juga memiliki niat jahat yang sangat dalam





![IMG_20250610_174755_800_x_445_piksel-jpg[1] Cemburu Kang Dedi](https://www.badkittyartstudio.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG_20250610_174755_800_x_445_piksel-jpg1-148x111.webp)
![654751_07304622022016_IMG-20160221-WA0038[1] TNI dan Pemda](https://www.badkittyartstudio.com/wp-content/uploads/2025/12/654751_07304622022016_IMG-20160221-WA00381-148x111.jpg)
![pantai-mutun-lampung-1765627674953_169[1]](https://www.badkittyartstudio.com/wp-content/uploads/2025/12/pantai-mutun-lampung-1765627674953_1691-148x111.jpeg)
![bio-inflasi-7[1]](https://www.badkittyartstudio.com/wp-content/uploads/2025/12/bio-inflasi-71-148x111.jpg)