, ,

Cekcok WA Remaja di Bangka Tengah Tusuk Rekannya hingga Tewas

oleh -585 Dilihat
cek disini

Teminabuan – Cekcok WA Remaja  Sebuah peristiwa tragis menggemparkan warga Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Seorang remaja berinisial MA (17) nekat menusuk rekannya sendiri, RF (16), hingga tewas usai terlibat cekcok di aplikasi WhatsApp. Insiden berdarah yang melibatkan dua pelajar ini terjadi di kawasan Desa Namang, Kecamatan Namang, pada Kamis malam (7/11/2025).

Cekcok WA Remaja Peristiwa ini sontak membuat warga setempat geger. Dari informasi yang dihimpun, pertengkaran bermula dari saling ejek di grup WhatsApp yang berujung pada adu mulut, hingga akhirnya berlanjut menjadi perkelahian di dunia nyata. Polisi menyebut bahwa pelaku dan korban sebenarnya teman dekat, namun hubungan mereka retak karena persoalan sepele yang dibesar-besarkan di media sosial.

Awal Perselisihan: Saling Ejek di Grup WhatsApp

Cekcok WA Remaja
Cekcok WA Remaja

Baca Juga : IPPAT Papua Barat Gelar Baksos ke Sekolah dan Bagi-bagi Paket Bahan Kebutuhan Pokok

Kapolres Bangka Tengah, AKBP Deddy Tri Santoso, mengungkapkan kronologi kejadian bermula ketika pelaku dan korban terlibat perdebatan di grup WhatsApp teman sebaya mereka. Pelaku merasa tersinggung atas komentar korban yang dianggap menghina.

“Keduanya awalnya hanya bercanda, tapi kemudian pelaku merasa diejek dan tidak terima. Dari situlah terjadi adu mulut yang berlanjut ke tantangan untuk bertemu,” ujar Kapolres saat konferensi pers di Mapolres Bangka Tengah, Jumat (8/11/2025).

Pelaku dan korban kemudian sepakat bertemu di jalan desa pada malam hari untuk “menyelesaikan masalah”. Namun, pertemuan itu justru berubah menjadi tragedi.

Saat bertemu, korban sempat mencoba menjelaskan bahwa ucapannya hanya bercanda, tetapi pelaku yang sudah emosi justru mengeluarkan pisau dapur yang dibawanya dari rumah dan langsung menusuk korban di bagian dada kiri.

Korban sempat berusaha lari, namun tersungkur di tepi jalan setelah kehilangan banyak darah. Warga yang mendengar keributan segera datang dan membawa korban ke puskesmas terdekat, namun nyawanya tidak tertolong.

Pelaku Langsung Diamankan Polisi

Usai melakukan penusukan, pelaku sempat melarikan diri ke rumah pamannya yang berada di desa lain. Namun, tidak sampai 12 jam kemudian, tim gabungan Polsek Namang dan Polres Bangka Tengah berhasil menangkap pelaku tanpa perlawanan pada Jumat dini hari.

“Pelaku kami amankan di rumah keluarganya. Saat ditangkap, dia mengaku menyesal dan takut. Barang bukti berupa pisau dapur juga berhasil kami sita,” jelas AKBP Deddy.

Dalam pemeriksaan awal, pelaku mengaku tidak berniat membunuh, tetapi hanya ingin menakuti korban. Namun karena panik dan emosi, ia menusukkan pisau tanpa berpikir panjang.

“Saya cuma mau nakutin dia, Pak. Tapi waktu dia dorong saya, saya langsung tusuk karena marah,” ujar MA kepada penyidik dengan wajah tertunduk.

Keluarga Korban Tak Menyangka

Keluarga korban, RF, tak kuasa menahan tangis saat jenazah dibawa pulang ke rumah duka di Desa Namang. Ayah korban, Sulaiman (45), mengatakan bahwa anaknya dikenal pendiam dan tidak pernah terlibat masalah sebelumnya.

“Anak saya itu baik, nggak pernah ribut sama orang. Saya nggak nyangka cuma gara-gara WhatsApp, nyawa anak saya melayang,” ujarnya dengan suara bergetar.

Keluarga berharap pelaku mendapatkan hukuman setimpal agar kejadian serupa tidak terulang di kalangan remaja lain.

Polisi Dalami Motif dan Peran Media Sosial

Polisi kini masih mendalami motif pelaku secara lebih mendalam. Selain itu, penyidik juga menelusuri percakapan WhatsApp antara korban dan pelaku sebagai barang bukti tambahan.

telkomsel

No More Posts Available.

No more pages to load.